Showing posts with label tentangmenikah. Show all posts
Showing posts with label tentangmenikah. Show all posts

Monday, August 20, 2007

Maafin Ibu Nak...

Smalem Malya nangis keluar air mata sampe kecapean .. dan akhirnya tertidur di pangkuan Ibu trus ditidurin malya nangis lagi ..sampe ibu ayun2 .. Apa apa gerangan sayang?? ..kaya yg sakit hatii bgt ..Apa karena Malya tau apa yang ibu rasain?!maafin ibu yah nak..Ibu marah sama Ayah bukan sama Malya..dan sebelumnya biarin Malya nangis ...ibu bingung juga nak.. di mik in masih nangis juga.. ... maafin yah sayang.. Ibu sayang sama Malya

Kasih Ibu ngga akan pernah surut buat Malya..
Hari ini dikantor Ibu sedih sekali.. ingin cepet ketemu Malya...dirumah..

Wednesday, August 8, 2007

Cerita ngungsi part II

Kamis tgl 2 Agustus:
pulang ngantor si ema pengasuh malya ngeluh katanya seharian tangannya pegel dan terasa panas dan cuma sebelah tangan kiri doang.. keluhan diterima dan tunggu instruksi selanjutnya..

Jum'at 3 Agustus : Si ema semaleman sakit dan udah dikasih minyak sereh mintak apapun ga kerasa apa apa, hubby curiga..yah sudah daku izin dateng siang, suruh berobat dan cek ke dr..
berangkat lah siema dan dateng lagi jam 10 an .. dengan penjelasan yang ga jelas sakit apaan(entah si emanya yg ga bisa jelasin entah dakuny yg lemot) yg psti blum diketahui penyakit apa..dan disuruh kontrol lagi hari minggu ..tapi dengan sukses nya daku bolos...kerja..nangung bnget dah siang..dan liat si emak yg kesakitan..lagian malya lengket bgt ma emaknya

sabtu - minggu : ga ada kejadian apa - apa ditempat pengungsian...everthing was normal..malah daku masak masak..oh yah minggu si ema kontrol lagi sore dan diksih obat lagi saya cek sih ga ada obat untuk penyakit yang dcurigai..cuma bebrapa antibiotik dan beberapa pil kuning dan putih yg di kemas plastik biasa mungkin ctm dan b complek...

Senin 6 august : Kita berangkat  ngantor biasa, pulang aga telat setelah nelpon dulu kerumah dann seperti biasa disambut dgn rentetan pertanyaan ..bla bla bla..susu habis dsb..nyampe rumah jam 7 lewat 10 dan nampak raut muka si ema yg lagi belipet lipet mukanya..
Saya " oh tidur yah mak?" liat si emak yg lagi duduk gendong Malya yg tidur pules..
si emak "tos ngadat..hoyong nen-Udah Ngamuk..pengen Mik!"
Saya " hmm kasian..duh tadi kita naik mobil sih jadi rada lama da macet" kekamar ganti baju dulu..
si ema "yaaa cep atet (ayahnya malya) ko tega biarin anaknya ngamuk"
swami nyusul nanya2 juga kalo ada stok asi di kulkas ko ga dikasih kedengaran si emak bilang ga mau krn ga ada instruksi..yah suddd...

Malya diambil ayahnya ke kamar dan bangunn ..kita main2 dikamar..dan ga lama si ema bilang...kalo dia mau ada yg dibicaraan...di tunjukin tangannya ada sekumpulan bercak perziz sama dengan yang papah alamin..ohooo..yah sudahhh...si ema kena herpes ..swami sedikit ngomel2 ttg kebiasaan nunda makan tapi yahmo diapain lagi dari pada amlya ketuleran wong kita ngungsi juga menghindari itu..ehh si mak jug sempet ngeyel..mo seminggu ajah..halahhh...yah sudah diputuskan si emak untuk berobat dan istirahat total satu bulan...

tapi akhirnya bingung dong siapa yang ngurusin malya...huhuu
selasa izin lagi seharian ngurusin malya .... kalo mamah ku yg pegang..ga mungkin mama kerumah arcamanik (tempat ngungsi kita) karena pak d kan bujangan sejati yang suka gorgia dan sungkan kalo ada tamu..kalo malya diangkut ek rumah mamah ku swami ga setuju..tanya sana sini cari informasi akhirnya yahh tadi pagi  kita balik lagi ke rumah cijambe...huhuhu..denagn perjanjian swami punya tugas untuk bikin instruksi untuk semnetara eyangya ga bleh dulu deket2 sama Malya...dan tar malem baru denh angkut2 smuanya ke rumah...

nasib dehhh ga punya rumah huhuhu...

Tuesday, January 31, 2006

Renungan Buat Suami & Istri

Rating:★★
Category:Other
Renungan Buat Suami & Istri

Karya : Syeikh Mushtofa Al Adawi


prayoga.net - Renungan Buat Sang Suami

Wahai sang suami…..
· Apakah membebanimu wahai hamba Allah, untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala Anda masuk ketemu istri tercinta, agar Anda meraih pahala dari Allah?!!
· Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala Anda melihat anak dan istrimu?!!
· Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat Anda menghampiri dirinya?!!
· Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar Anda mendapat pahala?!!
· Apakah termasuk susah, kalau Anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : "Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" agar Anda meraih 30 kebaikan?!!
· Apa yang membebanimu, jika Anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!
· Tanyalah keadaan istrimu di saat Anda masuk rumah!!
· Apakah memberatkanmu, jika Anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : "Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun".
· Sesungguhnya, jika Anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau Anda letih dan lelah, Anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka Anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :"Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah".
· Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika Anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.
· Ucapan baik adalah sedekah.
· Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.
· Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
· Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
· Berhubungan badan mendapatkan pahala.

Renungan Buat Sang Istri
Wahai sang Istri………
· Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.?
· Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!
· Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!
· Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : "Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku".
· Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake up-lah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.
· Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut.
· Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.
· Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.
· Janganlah berbicara sama laki-laki dengan lemah-lambut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek di dirimu.
· Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.
· Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.
· Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.
· Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir syeitan.
· Hilangkanlah dari rumahmu foto-foto, alat-alat musik dan alat-alat yang bisa merusak agama.
· Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.
· Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Allah berfirman :

"Dan Rabbmu berkata : serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu" (Al-Ghafir : 60).

Diambil dari kitab " Fiqh pergaulan suami istri " oleh Syeikh Mushtofa Al Adawi.






Komentar-komentar :

Kiat Memulai Hidup Berumah Tangga

Rating:★★
Category:Other
Kesalahpahaman, ketidaksesuaian, pertentangan dan pergesekan lain sering terjadi pada keluarga muda. Wajar, karena masing-masing berlatar belakang berbeda. Bagaimana menyelesaikannya? Kenali keluarga. Itulah sebabnya jauh sebelum seorang pemuda berniat mengawini muslimah, Rasulullah berpesan untuk mempelajari bentuk asal usul calon pasangan hidup. Mengenal pribadi-pribadi dalam keluarga si calon, mengenal cara hidup, prinsip hidup, dan kebiasaan-kebiasaan yang sudah mentradisi dalam keluarga itu. Bisa jadi, pengenalan terhadap keluarga ini jauh lebih penting daripada kenal terhadap calon pasangan itu sendiri!

Tidak percaya? Ibnu Majah dan Ad-Dhailami meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Pilihlah untuk air mani kamu sekalian, karena sesungguhnya keturunan itu kuat pengaruhnya.”
Begitu juga Ibnu Adi dan Ibnu Syakir telah meriwayatkan dari Aisyah secara marfu’ tentang hadits Rasulullah :
“Pilihlah untuk air mani kamu sekalian. Karena sesungguhnya wanita-wanita itu melahirkan orang-orang yang menyerupai saudara laki-laki dan perempuan mereka”.

Keluarga, bagi setiap orang adalah lingkungan khusus yang punya ciri khas tersendiri. Ini menyebabkan para anggota keluarga mempunyai kesatuan emosional yang kuat dan jadilah keluarga sebagai sebuah kelompok yang menyenangkan. Kebiasaan-kebiasaan yang ada di dalamnya bisa tetap berakar hingga akhir hayat.Betapa kuat pengaruh lingkungan keluarga, pernah diselidiki oleh para ahli terhadap sebuah keluarga yang punya kebiasaan berbuat jahat, mulai berjudi, mencuri dan merampok. Ternyata sampai tujuh generasi berikutnya, sebagaian besar anggota keluarga mewarisi kebiasaan buruk tersebut. Rata-rata mereka menjadi pejudi,ada yang meneruskan profesi sebagai pencuri dan rampok.

Seorang yang berasal dari keluarga cukup, tentunya terbiasa hidup serba bersih. Ibarat tak ada sehelai rambut pun yang belum tersapu setiap hari di rumahnya. Tak sesudut ruangan pun yang ditata tanpa cita rasa seni. Orang yang seperti ini bisa muntah karena bau kamar mandi yang kehabisan kapur barus, atau ia segera menjadi tak kerasan bila keadaan rumah berantakan.Sebaliknya, orang yang dibesarkan dalam rumah kecil dengan kehidupna sederhana, sudah terbiasa dengan tali jemuran malang melintang di dalam rumah dengan bau baju yang pengap karena hari hujan. Pakaian pun ditumpuk sekedarnya, karena tak memiliki lemari yang cukup untuk menyimpan pakaian sembilan orang anggota keluarga. Orang dengan kebiasaan hidup seperti ini seringkali tak lagi bisa menghargai keindahan. Bagi mereka, rumah yang bersih dan menawarkan keindahan adalah mubazir. Yang penting rumah bisa berlindung, tempat makan, tidur, itu sudah cukup.

Kedua golongan ini akan mempunyai banyak masalah jika bertemu dan menjadi pasangan hidup. Masalah-masalah sepele, tapi karena telah terjadi hampir setiap hari, bisa menjadi besar.Bekas yang hilangSelain kebiasaan umum yang berlaku dalam sebuah keluarga, ada juga hal-hal khusus yang dialami seseorang di masa kecil yang turut menentukan perkembangan wataknya. Satu missal tentang kedudukannya dalam anggota keluarga. Seorang anak perempuan di antara enam bersaudara kandung laki-laki mungkin akan tumbuh gadis tomboy yang kasar. Si anak sulung tumbuh menjadi orang yang terbiasa kerja keras, misalnya, sementara si bungsu bisa jadi terbiasa dilayani.Ada juga peristiwa-peristiwa khusus yang menimbulkan pengaruh besar atau bahkan trauma, sehingga membekaskan satu sifat khas, ada istri yang sulit untuk bisa mempercayai suaminya. Segala tindakan suami ditanggapi penuh kecurigaan dan prasangka buruk. Ternyata istri ini mempunyai pengalaman buruk terhadap ayahnya di masa kecil. Sebelum kedua orang tuanya bercerai, selama bertahun-tahun ia menyaksikan bagaimana ayahnya sering marah-marah, menampar, memukul ibu di depan matanya, hanya karena persoalan-persoalan kecil.

Seorang anak yang menderita sakit parah hingga bertahun-tahun di masa kecil, menjadi terbiasa dilindungi dan dilayani oleh kakak-kakak dan orang tuanya. Ketika dewasa ia tetap meminta hampir setiap orang untuk melayani dan menyenangkan dirinya. Ia tumbuh menjadi orang yang tak mau tahu perasaaan orang lain.

Saling pengertian
Setiap orang pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ini adalah prinsip utama dalam hidup bersuami istri. Saling memahami kekurangan masing-masing, saling tenggang rasa dan penuh pengertian, tidak membesar-besarkan kekurangan pasangan hidupnya. Sebaliknya, berusaha memahami dan menutup mata terhadap kekurangan teman hidup itu, sambil terus mencari-cari kelebihannya, memperhatikan dan memikirkan segi-segi baiknya.

Janganlah terlalu menuntut suami atau istri untuk mau mengubah sifat dan kebiasaan hidupnya. Apalagi jika sifat dan kebiasaan itu bentukan dari keluarga semenjak masa kecil. Dapat diibaratkan dengan sebuah revolusi besar dan butuh proses amat panjang.

Kunci penting lainnya dalam masalah ini adalah keterbukaan antara suami dan istri. Suami harus tahu sifat-sifat mana saja darinya yang tak disukai istri. Begitu juga sebaiknya, jangan sampai ada ketidaksenangan yang mengganjal di hati.

Selanjutnya, saling memahami dan mau mengerti kekurangan masing-masing. Lebih baik lagi jika ada keinginan untuk mau sedikit menyesuaikan diri.Mengharap memperoleh pasangan yang sempurna tidaklah mungkin ada. Mencari yang sesuai sifat dan kebiasaan pun teramat sulit. Jauh lebih penting mencari pasangan yang seide, seaqidah, karena di sanalah pokok dari segala permasalahan. Jika pokoknya sudah sama, persoalan-persoalan selanjutnya bisalah diatasi. Tapi jika pokoknya saja sudah bertentangan, ikatan kebahagiaan mudah sekali goyah.

Nasihat terakhir bagi segenap insan yang telah menikah, kesiapan anda untuk berkeluarga sama artinya dengan kesiapan untuk berkorban, lebih mementingkan kepentingan keluarga baru daripada kepentingan pribadi. Bersiaplah untuk mengubah diri, sifat, dan kebiasaan lama, untuk disesuaikan dengan kebutuhan keluarga baru anda. Kemudian bersama istri dan anak-anak, menentukan sebuah langkah baru, sifat, dan kebiasaan kekeluargaan yang islami.

Sumber : www.sakinahfamily.or