Showing posts with label aimi. Show all posts
Showing posts with label aimi. Show all posts

Wednesday, December 1, 2010

Talkshow MPASI bersama WIED Harry

AIMI Jawa Barat bekerja sama dengan CNI mengadakan Talkshow MPASI.
Talkshow MPASI diadakan dengan maksimal peserta adalah 50 orang.
Untuk memperdalam ilmu para Ibu2 dalam urusan MPASI bayi dan anak, 
maka AIMI mengundang pakarnya langsung yaitu Pak Wied Harry Apriadji.

Akan ada demo masak dan icip-icip untuk setiap talkshow nya. Seru dan bermanfaat tentunya.

Ayo cepat daftar, tinggal 3 hari lagi!
• Nama acara     : Healthy Cooking Show
• Tema               : Variasi Makanan Sehat Bayi
• Pembicara      : Wied Harry Apriadji
Bogor.
Hari/Tanggal      : Sabtu, 4 Desember 2010
Tempat             : Restoran Kintamani
                          Jl. Padjajaran, Bogor.
Waktu              : 9.00-13.00

HTM                 :
(termasuk lunch buffet, goodie bag, icip2, demo masak dan kuis berhadiah)
- Member AIMI: Rp 100.000/pax atau Rp 185.000 couple
- Umum: Rp 110.000/pax atau Rp 205.000 couple

*Info & Registrasi:*
daftar.bogor[at]
aimi-asi.org
Mita 0813 8850 4949 (sms only)

Bandung(Nah ini yang ditunggu...)
Hari/Tanggal      : Sabtu, 11 Desember 2010
Tempat            : Restoran Sindang Reret
                      Jl. Surapati 53, Bandung.
Waktu             : 9.00-13.00

HTM                 :
(termasuk lunch buffet, goodie bag, icip2, demo masak dan kuis berhadiah)
- Member AIMI: Rp 110.000/pax atau Rp 195.000 couple
- Umum: Rp 125.000/pax atau Rp 235.000 couple

EARLY BIRD PRICE untuk Bandung diperpanjang s/d 5 Desember 2010 !!!
discount 10% bagi pendaftar s/d 5 Desember 2010

*Info & Registrasi:*
daftar.bandung[at]aimi-asi.org,
Lintang 0811 225 6252,
Ludo
081548533687

Yuk ikutan yukk...bereksperimen utak atik menu sehat untuk anak kita..atau malah bisa jadi bisnis..

Monday, August 2, 2010

Perayaan Pekan ASI Sedunia 2010

Dear moms di Bandung & sekitarnya..

Dalam rangka turut serta pada perayaan PEKAN ASI SEDUNIA 2010, serta sebagai perwujudan komitmen kami atas 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM), maka AIMI cabang Jawa Barat menyelenggarakan :

1. Bazaar PAS (Pekan ASI Sedunia), ada perlengkapan menyusui, ibu dan anak, dan tentunya penawaran menarik untuk berbagai produk.

2. Pojok Konseling Laktasi. Bagi moms sekalian (atau rekannya) yg mengalami masalah apapun dalam menyusui, silahkan kunjungi acara ini. Moms akan dilayani langsung oleh Konselor Laktasi kami.

3. Seminar HYPNOBREASTFEEDING : Afirmasi positif untuk meningkatkan keberhasilan dalam memberikan ASI Eksklusif, bahkansampai dengan 2 tahun.Dengan pembicara Fonda Kuswandi, seorang Clinical Hypnotherapist & Lactation Counselor

4. Pemutaran video AIMI

Acara tersebut akan diselenggarakan pada :

Hari/tanggal : Minggu, 8 Agustus 2010
Waktu : Pukul 09.00 - 15.00 WIB
(Seminar 09.00-12.00 WIB)
Tempat : Aula Gagas Ceria, Jl Malabar 82 Bandung *)

HTM :
1. Bazaar : gratis
2. Pojok Laktasi Rp 35.000/org, gratis bagi peserta seminar
3. Seminar : Rp 110.000/org
(Fasilitas : Goodie bag, seminar kit, snack, sertifikat)

Untuk pendaftaran selama Pekan ASI Sedunia, 1-7 Agustus 2010 dapatkan harga khusus
- Konseling Rp 25.000/org
- Seminar Rp 95.000/org, Rp 180.000/couple
(Harga member dan non member)

Pendaftaran melalui email ke: daftar.bandung@aimi-asi.org, dengan CP :Agie 0813 2179 6641/022-9199 9055, Astri 0818 0907 7076

Penawaran Sponsor :
Bagi yang ingin mengembangkan usaha, dibuka kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan WBW ini melalui sponsorship dan pendirian stand/booth.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
Yani : 0813 2100 9279, Agie 0813 2179 6641/022-9199 9055

Catatan :
Berhubung selama seminar membutuhkan ketenangan dan tingkat konsentrasi yang tinggi, maka tidak disarankan untuk membawa turut serta anak ke ruang seminar dan kami menyediakan ruangan khusus untuk anak dan pengasuh/ayah/ kerabat.

Kesempatan terbatas..ditunggu kehadirannya moms. .!

Salam ASI,
AIMI JABAR

(AIMI sebagai kelompok pendukung ibu menyusui merupakan organisasi nirlaba dengan tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang menyusui di Indonesia. Semua donasi, kontribusi, dan pembayaran yang diterima akan digunakan untuk mendanai kegiatan ini, dan sisa dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung program-program AIMI.)
--
Siti Mulyani
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Jawa Barat
yani@aimi-asi.org
http://jabar.aimi-asi.org

Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia

AIMI adalah organisasi nirlaba yang berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI & prosentase ibu menyusui di Indonesia.

Para OS ..Ikutan yukk

Dalam rangka merayakan Pekan ASi Sedunia (PAS) 2010 pada tanggal 1 - 7 Agustus serta sebagai perwujudan komitmen kami atas 10 langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM), AIMI Jabar akan menyelengarakan serangkaian kegiatan yakni:

1. Seminar HYPNOBREASTFEEDING : Afirmasi positif untuk meningkatkan keberhasilan dalam memberikan ASI Eksklusif, bahkan sampai dengan 2 tahun,dengan pembicara Fonda Kuswandi, seorang Clinical Hypnotherapist & Lactation Counselor. . Yang akan di selenggarakan pada Minggu 8 Agustus 2010..Keterangan lebih lengkap silahkan klik halaman ini.

2. Bazaar kebutuhan Ibu dan Anak
Dalam kesempatan ini juga pada hari yang sama kita adakah bazaar perlengkapan Ibu dan anak terutama perlengkapan untuk menyusui..kepengennya seminggu sih bazaarnya..tapi belum memungkinkan..

jadi buat para OS  yukk ikutan yukk..
persyaratannya gampang ko :
A. Produk yang dipasarkan adalah produk kebutuhan bagi Ibu dan Anak tentunya, karena ini di khususkan bagi Ibu Hamil, menyusui, anak anak, yang tidak melanggar ketentuan yang telah di tetapkan.

B. Produk yang di perjuabelikan adalah bukan produk yang bertentangan dengan cita-cita, visi dan misi AIMI. AIMI tidak memperkenankan penjualan produk berupa : Susu Formula, Obat-obatan kimia, produk suplemen, Botol Susu, Empeng, Dot, produk yang berkaitan dengan makanan instant untuk bayi.

jadi yuk mareee buruan daftar...
berminar?? kirim email ke yani@aimi-asi.org dengan subject : PAS 2010
untuk selanjutnya akan di follow up..
yukk ahhh.. stand dibatasi hanya untuk 15 saja..

Pekan ASI SEDUNIA
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Jawa Barat
yani@aimi-asi.org
http://jabar.aimi-asi.org

Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia

AIMI adalah organisasi nirlaba yang berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI prosentase ibu menyusui di Indonesia.

Sunday, August 1, 2010

Hypnobreastfeeding Seminar..Ikutan yukk

HYPNOBREASTFEEDING : Afirmasi positif untuk meningkatkan keberhasilan dalam memberikan ASI Eksklusif, bahkan sampai dengan 2 tahun

Dear moms di Bandung & sekitarnya.. .
Berbagai cara dilakukan para ibu untuk dapat tetap menyusui. Bagaimanapun juga, persiapan untuk menyusui membutuhkan 3 aspek, yaitu : body (gizi, teknik menyusui, manajemen laktasi), mind (ketenangan pikiran), dan soul (niat yang tulus utk menyusui).
 
Hal utama yang mendukung kelancaran ASI pada hakekatnya adalah ketenangan pikiran. Pikiran yang tenang  memberikan kontribusi signifikan untuk menghasilkan ASI yang cukup dengan kebutuhan bayi kita.
 
Hypnobreastfeeding  adalah upaya alami untuk menanamkan niat ke dalam pikiran bawah sadar dan menetralisir pikiran-pikiran negatif guna menghasilkan ASI yang cukup untuk kebutuhan bayi. Melalui metoda Hypnobreastfeeding maka ketenangan pikiran dapat dicapai dan selanjutnya kelancaran ASI dapat diraih.
 
Dalam rangka turut serta pada perayaan PEKAN ASI SEDUNIA 2010, serta sebagai perwujudan komitmen kami atas 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM), maka AIMI cabang Jawa Barat menyelenggarakan seminar HYPNOBREASTFEEDING dengan pembicara Fonda Kuswandi, seorang Clinical Hypnotherapist & Lactation Counselor.
 
Seminar Hypnobreastfeeding akan diselenggarakan pada :

Hari/tanggal       : Minggu, 8 Agustus 2010
Waktu               : Pukul 10.00 - 12.00 WIB
Tempat              : Aula Gagas Ceria, Jl Malabar 82 Bandung *)

HTM                  : Rp 110.000/org
Fasilitas             : Goodie bag, seminar kit, snack, sertifikat

 

Ketentuan:
-        Pendaftar 'early bird' yang melakukan pelunasan sebelum tanggal 20 Juli 2010, mendapatkan diskon khusus HTM sebesar Rp 90.000/org
-        Untuk pendaftar 'early bird' tidak berlaku diskon member AIMI
-        Pendaftaran mulai tanggal 21 Juli 2010 berlaku harga normal, dan dapat menggunakan diskon member AIMI sebesar 10%
-        Pendaftaran melalui email ke: daftar.bandung@
aimi-asi.org, dengan CP :Agie 0813 2179 6641/022-9199 9055, Astri 0818 0907 7076

Tersedia Pojok konsultasi laktasi *)
- gratis (bagi peserta seminar)
- Rp 35.000/org untuk non peserta

 
Catatan :
Berhubung selama seminar membutuhkan ketenangan dan tingkat konsentrasi yang tinggi, maka tidak disarankan untuk membawa turut serta anak ke ruang seminar dan kami menyediakan ruangan khusus untuk anak dan pengasuh/ayah/ kerabat.


Kesempatan terbatas..ayo buruan daftar..moms. .!
Penawaran Sponsor :
Bagi yang ingin mengembangkan usaha, dibuka kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan WBW ini  melalui sponsorship dan pendirian stand/booth.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
Yani : 0813 2100 9279 / 022 7622 4122


Salam ASI,
AIMI JABAR

 
* pendaftaran untuk konsultasi menghubungi panitia selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum acara
 
(AIMI sebagai kelompok pendukung ibu menyusui merupakan organisasi nirlaba dengan tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang menyusui di Indonesia. Semua donasi, kontribusi, dan pembayaran yang diterima akan digunakan untuk mendanai kegiatan ini, dan sisa dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung program-program AIMI.)

Tuesday, May 18, 2010

Ikutan yukkk

Didasari oleh keinginan menambah kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian ASI (Air Susu Ibu) dan pemberian dukungan kepada ibu menyusui khususnya di Jawa Barat dan sekitarnya ....

dan Dalam rangka peluncuran AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Jawa Barat dan sekaligus memperkenalkan AIMI Jawa Barat kepada masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya

Akan diselenggarakan kegiatan yang menandai berdirinya AIMI cabang Jawa Barat dengan serangkaian kegiatan :
- Menyusui Serentak 100 Ibu
- Talkshow mengenai pentingnya ASI dan IMD
- Bazaar aneka kebutuhan menyusui, Ibu dan Anak



Halo para moms & dads di Bandung & sekitarnya.. .

 

Sebagian anggota milis AFB Bandung,dengan dukungan dari AIMI Pusat dan pemerintah daerah tingkat I bersepakat untuk membentuk AIMI Cabang Jawa Barat.

Tujuan dari pendirian AIMI Cabang Jawa Barat ini adalah untuk lebih menggiatkan kampanye dan pendidikan tentang pentingnya ASI di Kota Bandung dan kota-kota lainnya di Jawa Barat, sehingga lebih banyak lagi ibu-ibu di wilayah Jawa Barat yang dapat memberikan ASI serta mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Untuk peresmiannya, akan ditandai dengan :

 

1.       Menyusui Serentak 100 Ibu di Kota Bandung dan sekitarnya,

2.        Talkshow dgn materi IMD dan ASIX sebagai modal utama optimalisasi perkembangan anak  oleh DR. Utami Roesli,

3.       Bazaar,

 

yang akan diselenggarakan pada :

Acara akan diselenggarakan pada :
Hari Sabtu 5 Juni 2010
Pukul 08.00-15.00
Bertempat di Gedung Sate Jl Diponegoro Bandung

Biaya :

Talkshow - Rp 20.000 (member AIMI), Rp 25.000 (umum)

Fasilitas :

  • Seminar kit
  • Snack

Menyusui Serentak + Talkshow - Rp 30.000 (member AIMI), Rp 35.000 (umum)

Fasilitas :

  • Seminar kit
  • snack
  • goodie bag
  • sertifikat partisipasi menyusui serentak


Pendaftaran :
- Email ke  daftar.bandung@aimi-asi.org

Dengan Format sebagai berikut :

1. Nama Peserta :
2. No HP:
3. Email :
4. Jumlah Anak : (atau tulis Hamil)
5. Tanggal Lahir Anak:
6. Pekerjaan :
7. Masalah menyusui yang pernah dialami :
8. Daftar untuk seminar / menyusui serentak


Mohon menyertakan data selengkapnya dan nanti Anda akan menerima konfirmasi mengenai nomor rekening untuk melakukan pembayaran.

Contact person :
- Esty : 0815 4659 7337

- Handa :
- Astri : 0818 0907 7076

 Penawaran Sponsor :
Bagi yang ingin mengembangkan usaha, dibuka kesempatan join di acara lewat sponsorship dan pendirian stand/booth. Untuk keterangan lebih lanjut dapat meghubungi panitia pada :

-   Yani : 0813 2100 9279 / 022 7622 4122

-   Lintang : 0856 114 2223 / 022 7618 8761


Kami tunggu partisipasinya,  

Salam ASI !

 (AIMI sebagai kelompok pendukung ibu menyusui merupakan organisasi nirlaba dengan tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang menyusui di Indonesia. Semua donasi, kontribusi, dan pembayaran yang diterima akan digunakan untuk mendanai kegiatan ini, dan sisa dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung program-program AIMI.)

*****************************************************************************

Jadi buat warga bandung dan kota2 sekitarnya..(ga mungkin disebutin satu satu kan hehehehe)  ayo ayo kita ramaikan acara ini ...
tunggu apa lagi gabung yuk dengan jadi peserta menyusui..
udah ga menyusui..?? dateng aja kan ada talkshownya..
atau mau konseling tentang ASI ..ada juga lohh..
yuk ayu sambil belanja..kebutuhan baju menyusui, baju anak, dan
 aneka kebutuhan Ibu dan anak..yukk mariii..sambil rumpi kopdaran...

atau malah mau juwalann*? bolehhh
hubungin segera panitia yahh
tempat nya terbatas* soalnya...
ditunggu yahhhh
*yang mau ikutan jaid sponsor atau bazaar silahkan proposalnya ada disertakan


Thursday, October 23, 2008

Menyusui Lah!!

Rating:★★★★★
Category:Other
dari web AIMI http://aimi- asi.org/2008/ 10/menyusui- lah/

By Erfi Nizar on October 20th, 2008

diterjemahkan dari artikel Suck on This!

Manusia telah menyusui selama hampir setengah juta tahun. Hanya 60 tahun terakhir ini mulai memberikan makanan cepat saji yang diproses oleh pabrik, yang dikenal dengan ’susu formula’ kepada bayi kita. Akibatnya sangat mengejutkan, seperti kematian bayi pada 6 minggu pertama kehidupannya 2x lebih tinggi, 5x lebih tinggi kemungkinan mendapat gastroenteritis, 2x lebih tinggi terkena penyakit kulit (eczema) dan diabetes, dan sampai 8x kali lebih tinggi untuk mendapat kanker getah bening.

Menyusui langsung dari dada ibuPabrik susu formula di UK mengeluarkan uang sebesar £20 (Rp. 330,000) per bayi untuk mempromosikan ‘junk food’ bayi, bandingkan dengan pengeluaran pemerintah yang hanya 14 pence (Rp. 2,300) per bayi untuk mempromosikan kegiatan menyusui. Artikel ini memaparkan dimana produsen susu bayi, profesional kesehatan yang cuek, and tidak adanya rasa peduli dari masyarakat telah secara tak langsung berkomplot untuk mejauhkan bayi dari dada ibunya dan memberikan dot sebagai pengganti. Dapatkah kita memutar balikkan kecendrungan ini?

Semua mamalia menghasilkan susu untuk anaknya, dan manusia telah mengasuh bayinya di payudara selama 400,000 tahun. Selama berabad-abad, kalau seorang wanita tidak bisa memberi makan bayinya sendiri maka wanita lain (ibu susu) akan menggantikannya. Hanya pada 60 tahun terakhir ini kita telah meninggalkan naluri mamalia kita, malahan merangkul budaya pemberian botol yang bukan hanya menganjurkan pemberikan susu formula semenjak bayi lahir, tapi juga meyakinkan bahwa pengganti ASI sama bagusnya, jika tidak lebih baik, dari pada ASI itu sendiri.

Susu formula tidak pernah dimaksudkan untuk dikonsumsi secara luas seperti sekarang ini. Susu formula dihasilkan pada akhir tahun 1800-an sebagai pengganti makanan yang diperlukan untuk bayi-bayi terlantar dan anak-anak yatim piatu yang akan kelaparan jika tidak mendapatkannya. Dalam konteks ini – dimana tidak ada makanan lain yang tersedia – susu formula menjadi penyelamat.

Tapi dengan sejalannya waktu dan kemajuan ilmu gizi manusia (khususnya nutrisi bayi secara) menjadi sangat ‘ilmiah’, pengganti ASI yang diproduksi dijual ke masyarakat umum sebagai perbaikan terhadap ASI itu sendiri.

‘Jika seseorang menanyakan “Susu formula mana yang sebaiknya saya gunakan?” atau “Mana yang terdekat dengan ASI?”, jawabannya adalah “Tidak seorangpun tahu” karena tidak ada satu sumber pun yang objektif mengenai ini pernah dibuat,’ kata Mary Smale, konselor ASI dari National Childbirth Trust (NCT) yang telah bekerja disana selama 28 tahun. ‘Hanya pembuat di pabrik-pabrik itu lah yang tahu isinya, dan mereka tidak memberitahu siapa pun.’ Mereka bisa saja mengiklankan bahan-bahan ’sehat’ yang spesial seperti oligosaccharides, long-chain fatty acids, atau, beberapa waktu lalu, beta-carotene, tapi mereka tidak pernah memberitahukan kita dari mana produk dasarnya dibuat atau dari mana bahan-bahan tersebut diperoleh.

Bagian pokok dari ASI yang telah diketahui, dipakai sebagai referensi umum untuk ilmuwan meramu susu formula bayi. Tapi, sampai hari ini, tidak ada ‘formula’ sebenarnya untuk susu formula. Malahan, proses pembuatan susu formula selama ini merupakan eksperimen.

Dengan alasan ini, produsen susu formula bisa menaruh apa saja ke dalam formula mereka. Sebenarnya, setiap produk mempunyai resep yang berbeda dari satu produksi ke produksi lainnya, tergantung dari harga dan ketersediaan dari bahan-bahan yang diperlukan. Selama ini kita berasumsi kalau susu formula diatur dengan ketat, padahal para produsen tersebut tidak diharuskan untuk transparan; contohnya, mereka tidak diharuskan untuk mencatatkan bahan-bahan spesifik dari produksi atau merek mereka ke pihak berwajib.

Sebagian besar susu formula yang ada dipasaran berasal dari susu sapi. Tapi sebelum bayi bisa meminum susu sapi dalam bentuk formula ini, susu tersebut harus dimodifikasi secara drastis. Isi protein dan mineral harus dikurangi dan isi karbohidratnya ditambah, biasanya dengan menambahkan gula. Lemak susu, yang biasanya tidak gampang terserap oleh tubuh, dihilangkan dan diganti dengan lemak tumbuhan, lemak binatang atau lemak mineral.

Vitamin dan zat tambahan masuk dalam proses penambahan, tapi tidak selalu dalam bentuk yang gampang dicerna. (Ini berarti klaim yang mengatakan bahwa susu formula ‘bergizi lengkap’ memang benar, tapi hanya dalam artian yang paling kasar yaitu susu formula sudah menambahkan vitamin dan mineral selengkap mungkin ke dalam produk gizi bermutu rendah)

Banyak susu formula yang juga telah ditambahkan pemanis. Meskipun kebanyakan susu formula untuk bayi tidak mengandung gula dalam bentuk sucrose, mereka kadang dapat mengandung tipe gula bentuk lainnya yang sangat tinggi seperti lactose (gula susu), fructose (gula buah), glucose (juga dikenal dengan dextrose, sejenis gula yang ditemukan pada tumbuh-tumbuhan) dan maltodextrose (gula malt). Hal ini dikarenakan oleh adanya kekurangan dalam peraturan, sehingga segala bentuk gula ini masih bisa diiklankan sebagai ‘bebas gula’.

Formula juga mungkin mengandung zat pencemar yang tidak sengaja masuk sewaktu proses produksi. Beberapa mungkin mengandung soya dan jagung yang telah direkayasa secara genetis.

Bakteri Salmonella dan aflatoxins – potent toxic, carcinogenic, mutagenic, agen penahan imun yang dihasilkan oleh spesies jamur Aspergillus – telah sering ditemukan pada susu formula di pasaran, begitu juga dengan Enterobacter sakazakii, patogen yang dibawa oleh makanan yang dapat menyebabkan sepsis (infeksi bakteria yang berlebihan pada saluran darah), meningitis (radang selaput otak) dan necrotising enterocolitis (infeksi dan radang pada usus besar dan usus kecil) pada bayi baru lahir.

Pengepakan susu formula kadang-kadang tercemar dengan pecahan kaca dan pecahan-pecahan logam serta bahan-bahan industri kimia seperti phthalates dan bispenol A (keduanya merupakan penyebab kanker) dan baru-baru ini, di bagian pengepakan terdapat isopropyl thioxanthone (ITX; juga dicurigai sebagai penyebab kanker).

Susu formula bayi juga mungkin mengandung kadar racun atau logam berat, seperti aluminium, mangan, kadmium dan timbal yang berlebih.

Yang harus diperhatikan secara khusus adalah susu formula soya karena tingginya level tanaman yang dihasilkan dengan oestrogen (phytoestrogen) yang terdapat di dalamnya. Malahan, konsentrasi phytoestrogen yang terdeteksi di dalam darah bayi yang mengkonsumsi susu formula soya bisa mencapai 13,000 – 22,000 kali lebih tinggi dari konsentrasi oestrogen alami. Oestrogen dalam dosis yang lebih tinggi dari yang biasa ditemukan di dalam tubuh dapat menyebabkan kanker.

Monday, August 4, 2008

Laporan PEKAN ASI 2008 BANDUNG

Alhamdulillah, akhirnya Event Menyusui Serentak di kota bandung tercinta ini terlaksana juga, sebagai salah satu bentuk partisipasi kita pada acara Pekan ASI sedunia 1- 9 agustus 2008.

Ternyata anggota AFB dan busui Bandung ga kalah antusiasnya sama ibu ibu di kota lain, terbukti dengan jarak tempuh mengingat lokasi rumah ku aga aga “bandung coret”, semua rela hadir..demi kelangsungan acara ini.. terima kasih..hatur nuhun..

Dan yang paliing tidak disangka dan mengagetkan ada lah hadirnya temen temen Pers..ini diluar perkiraan saya, namun pada akhirnya saya ucapkan  terima kasih karena bagaimana pun peran publikasi teman teman adalah bagian dari dukungan bagi para ibu menyusui khususnya..dan juga menjadi bagian sosialisasi ASI semoga menjadi lebih banyak Ibu/orangtua/eyang yang kembali ke asi dan mendukung pemberian asi ekslusif di 6 bulan pertamanya dan dialnjutukan 2 thn..atau lebih..

Meski hanya dihadiri oleh sembilan ibu termasuk saya, acaranya berlansung seru dan riweuh seperti biasa para ibu ibu setelah saling bertatap muka langsung baru saja ngobral ngabril sharing pengalaman memberikan ASI dan sekelumitnya..

Acara kemarin dihadiri beberapa mommies beberapa anggota AFB ada yang belum pernah ketemu tapi meski begitu rasanya udah kenal lama aja..(lebay ga niy)mungkin ada keterikatan batin dan kesamaan nasib heuheuehu .. menyusui maksudnya…

Oh yah kemarin juga di hadiri sama bayi termuda dan juga ibu termuda (pemilihan kali yah).. beneran Bayi termuda umur 18 hari .. hebatnya,..saking antusiasnya..si ibu yang juga sempet nyasar tetep semangat untuk gabung di acara ini..padahal bayinya masih 18 harii (nuhun the wilda pa lagi sempet babawaan kue, sun buat kakanya yg cantik dan pinter)…

Kalo ibu termuda jatuh pada bundanya Maleeka yang nyusunya mau sambil berdiri bundanya..(hehehe) bayangkan ibu muda ini saat menikah usianya masih 20 tahun dan langsung diberi rezeki hamil dan baby maleeka yg usianya masih 2 bulan kemaren ikut menyemarakan Pekan ASI..bersyukur lah nak punya Bunda muda yang berjuang melakukan yang terbaik untuk mu..juga ayah yang support bundanya..sebagai bentuk kasih sayangnya si ayah nih nyuapin bunda nya yg lagi menyusui (plok plok plok) nuhun yah neng Martha dan ayahnya juga..udha mau hadir padahal keliling2 dulu kompleks kan

Terima kasih juga buat..jeng Ratih bundanya Alika..meski baru sembuh dari diare..alika akhirnya ketemu dan main ma Kaka Malya, Mba fitri ibunya Almira ..hai sayang ketemu lagi kita..makin pangling makin gede dan cantik yah, Sessy dan baby caira kamu makin gemesin aja..dulu ketemu blum mpasi sekarang bundanya dah heboh perbekalan MPASI, dan buat Mba/teh Rina makasih yang udah rela kabur ngantor sampe katanya di anterin tukang parkir biar cepet hehehe, meski Tatanya ditinggal..lain waktu tar kita ketemu yahhh…juga buat Frita dan baby Dinannya yg lucu bgt tetangga ku, dann Dian (dulu pertama ketemu masih hamil gede) datang berdua saja dengan baby ganteng Chesta yang lagi lagi nyasab sampe Cilengkrang jauh di ujung bandung sana.. duhh hebat nih mommy nyetir sendiri tanpa asisten dan ini sebagi bukti anak anak ASI hebat dan kuat.. heuehehehe.. semoga sehat selalu yah anak anak…

Beberapa teman teman batal hadir karena rata rata anaknya mendadak sakit seperti mom Dede dan mom fifi yang tidak bisa hadir karena alifanya dan rachelnya demam, juga sahabat sahabat busui ku.. ga bisa hadir hiks..

Acara menyusui serentaknya yang tadinya mau dimulai pukul 10.. akhirnya molor jadi jam 10.30 itu pun lucunya ada beberapa baby yang menolak menyusui karena keasikan main, ada juga yang tidur, ada yang malah asik nyusu aja terus.. kalo malya ku mah ga pernah nolak menyusu (hajar Bleh..padahal biasanya ga mau tuh buat dia taunya dia klo dirumah lokasi menyusu harus di kamar..hehehhee) while emak emaknya sambil ngobrol..Tapi yg pasti semua bayi yang hadir adalah bayi yang menyusu sama ibunya…setelah itu acara perkenalan dan dilanjut ngobrol2 saja..

Sepertinya sudah sangat panjang dan saya ga mungkin cerita detail, saya mau mengucapkan terima kasih tak terhingga untuk teman teman semua yang sudah rela meluangkan waktu dan mau bersusah susah mencapai lokasi rumah saya..terima kasih..semoga hubungan silaturahmi kita terjaga terus dan tentunya ingat bahwa kita semua tidak sendiri…semangat!! Juga buat para suami yang dengan sabarnya menunggui busui busuinya..dukungan bapak santa berarti buat kami..

Untuk temen temen pers.. trima kasih pemberitaannya meski ada yang sedikit lebay(ditulis belasan) hehehehe

Oh yah bisa di baca di :

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=25869

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=25955

Berita berita terkait PEKAN ASI 2008:

PS: Berita2 tentang Pekan ASi 2008 bisa dilihat di :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/02/08484514/200.ibu.menyusui.di.gelanggang.bulungan..
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/02/11134729/dua.ratus.ibu.serentak.menyusui
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/02/15433849/ketika.ibu.menyusui.saling.berbagi...
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/02/14551099/bekerja.tapi.harus.menyusui.enggak.masalah...
http://www.liputan6.com/sosbud/?id=163157
http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=54472
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=25869
http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=25955
http://www.oyr79.com/news/200-ibu-menyusui-di-gelanggang-bulungan/
http://www.thejakartapost.com/news/2008/08/03/breastfeeding-group-calls-more-facilities.html
http://tv.kompas.com/content/view/4178/2/

kalo temen temen bandung liputan acaranay disiarkan hari Sabtu sore pukul 5 diBandung TV dan TV one malam hari nya bersamaan liputan Pekan ASI di jakarta.

Kemaren yang datang kerumah the Ririn dan Akang Photografer Pikiran Rakyat, The Mba astri dan Akang Kameramen Bandung TV, Mas dari republika dan Mas dari TV One terima kasih semuanya, mohon maaf kalo penerimaannya seadanya.

Dan mohon maaf jika ada yang tidak berkenan …semoga acara kemarin bisa memberika efek positif terutama bagi kita semua ibu ibu yang sedang menyusui.

Dan terakhir..mohon maaf nih yah kalo ada yang dijaili Malya anak saya hehe..soalnya sepeniggal teman teman semua dirumah ditemukan benda2 ajaib yang bukan milik kita : kalung tali hitam liontin love merah, tali HP army, Biscuits baby Chices..ayo ngaku..maaf yah..maaf yah…

Kapan kapan kita ketemu lagi mom..

Salut juga untuk teman teman AIMI & milis AFB di Jakarta BRAVO!!Acaranya sukses yah..juga temen temen di kota lainnya : Semarang, Yogyakarta, palembang, medan  ..selamat yah dan perjuangan belum berakhir ..

Salam ASI!


Foto foto menyusul karena hari ini ternyata kabel data tertinggal.


Sumber Dari mom kav dan Ija

Hatur nuhun kanggo  hubby, mamah dan papah yang meski lagi sakit  ikut dukung  acara ini.

 

 

Tuesday, July 8, 2008

MENYUSUI SERENTAK IBU INDONESIA

Start:     Aug 2, '08 09:00a
End:     Aug 2, '08 1:00p
Location:     Auditorium Gelanggang Remaja BULUNGAN jl. Raya Bulungan No. 1, Jakarta Selatan
Ada kabar gembira nih!
bulan depan kan ada acara akbar nih di seluruh dunia,
namanya WORLD BREASTFEEDING WEEK
tahun ini, temanya:

<< Mother Support: Going for the Gold! >>

artinya,
dukungan sesama ibu menyusui adalah kunci keberhasilan menyusui eksklusif!
nah, ITU ADA DI SINI.. di milis kita tercinta ini........ASI FOR BABY

nah, AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) juga pengin ikut doonk meramaikan acara ini.
namanya:

MENYUSUI SERENTAK IBU INDONESIA
<>

dan AIMI ingin mengajak para bunda di sini untuk bareng-bareng yuk..
kita ngumpul-ngumpul

hari SABTU, 2 AGUSTUS 2008
di Auditorium Gelanggang Remaja BULUNGAN
(jl. Raya Bulungan No. 1, Jakarta Selatan)
dari jam 9 pagi ampe jam 1 siang

di sana kita gelar acara MENYUSUI SERENTAK!
(jangan takut, nga bakal porno kok..
karena masing-masing peserta bakal menyusui pake apron, dibagi-bagi gratis
loh!)

selain itu, kita bisa juga sekalian kopdar,
bisa sharing ke sama ibu menyusui yang lain...

sekalian dapet ilmu lagi tentang ASI karena bakal ada talkshow juga tentang
ASI bersama dokter Utami Roesli dan seleb yang masih menyusui,

sekalian kemungkinan besar bisa dapet door prize... wow!

sekalian juga belanjaaa... soalnya ada BAZAAR juga!
lengkap bangeeeet... . waaah, seru kan!

beberapa persyaratannya:
- Peserta akan dibatasi sebanyak 200 orang.
- Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 30 Juli 2008 pukul 18.00 WIB.
- Masih menyusui (baik bayi maupun toddler).
- Selama acara DILARANG memperlihatkan dot dan botol susu beserta isinya.

HTM : 25.000,-/orang
Peserta akan memperoleh apron menyusui dan sertifikat
serta mendengarkan talkshow tentang berbagai manfaat ASI yang dipandu oleh
pakar ASI dr. Utami Roesli.

hayo, buruan!
kontak ke:
Putri Tambunan
daftar-event@ aimi-asi.org

sampai ketemu ya di sana.......
salam ASI!

ps: silahkan kalau mau di-forward ke blognya, ke temen-temennya, ke
sodara-sodaranya.

Friday, April 25, 2008

KOPDAR BANDUNG

Start:     Apr 27, '08 1:00p
Location:     De' Risol (cafe & resto) Jl. Citarum No. 24 - Bandung
Dalam Rangka memeriahkan HUT AIMI kedua ..(yang paling utama sih sosialisasi ASI)

Untuk semua ibu ibu, calon ibu, Busui, Bumil, ato ibu - ibu yang punya balita/batita yang lulus ASIX...ikutan yuk kita kumpul kumpul sambil ngupi2..makan risol.. ngerumpi soal ASI dan sekelumitnya. ..acaranya tentang
ASI EKSKLUSIF, ada yang berhasil tapi ada yang gagal...........

Sharing and Caring between BreastfeedingMoms and BreastfeedingMom - Wanna Be Breastfeeding moms will share thejoy, the tears, the blessing, the sacrifices, the unbelievable andunforgetful moments of ASI Eksklusif... ...

hayu hayu...

HTM cuma Rp. 25 000 aja per orang, ato ada yg mau ngikut ngobrol aja ga akan makan hayukk hayukk..

PIC : DEDE Bubunya Alifa
ym: dd_singlenomore
hp 081394466236
flexi 022.76004989
rumah 6012157

ato via aku juga bolehhh :
Yanni : 081321009279 / 022 76224122

Ayo mom bandung diantos ..kita berbagi ilmu sambil ngerumpi tentunya pokonya All will be welcomed!!hayu hayu.. warga bandung, ato orang bandung, yg lagi mau kebandung, yg mau jjs ke bandung.. gabung yukk...

sampai jumpa di Bandung

Tuesday, March 4, 2008

harian kompas "Heboh Susu Formula dan Buku Menkes"

Rating:★★★★
Category:Other
Heboh Susu Formula dan Buku Menkes
Rabu, 5 Maret 2008 | 01:38 WIB
oleh : *IRWAN JULIANTO*

Dua pekan terakhir media dan masyarakat dihebohkan oleh berita temuan para
peneliti Institut Pertanian Bogor bahwa susu formula yang beredar di pasaran
tidak steril karena mengandung bakteri Enterobacter sakazakii yang dapat
menyebabkan infeksi meningitis pada bayi. Sayangnya, pejabat Departemen
Kesehatan justru menuding penelitian itu tidak sahih dan mungkin disponsori
pihak luar.

Padahal, susu formula (untuk bayi lahir normal), menurut Badan Kesehatan
Dunia (WHO), memang tak perlu sama sekali steril karena biaya produksinya
bakal amat mahal dan vitamin yang difortifikasi akan rusak. Bakteri seperti
E sakazakii dalam susu formula—kalau toh ada—tak perlu kelewat dikhawatirkan
karena dapat dijinakkan dengan cara penyiapan dan pemberian susu formula
yang higienis.

Yang perlu diprihatinkan oleh Depkes dan konsumen seyogianya adalah terlalu
besarnya ketergantungan masyarakat pada susu formula. Pada saat perekonomian masyarakat menengah bawah sulit seperti saat ini, seharusnya Depkes lebih gencar mempromosikan air susu ibu (ASI) eksklusif.

Sejarah pernah mencatat betapa produsen susu formula multinasional pernah
begitu dominan dan memasarkan produk mereka secara tak etis ke negara-negara dunia ketiga hingga jutaan bayi mengalami diare, dehidrasi, dan kehilangan nyawa. Kelompok konsumen War on Want dari Inggris menemukan praktik penyuapan produsen susu formula kepada para bidan dan dokter anak agar ibu-ibu yang baru melahirkan didorong untuk tak menyusui anak mereka
sehingga konsumsi susu formula dapat digenjot. Puncaknya, berkat lobi dan
tekanan organisasi/aktivis konsumen internasional awal tahun 1980-an, WHO
dan Unicef mengeluarkan Kode Pemasaran Internasional Pengganti ASI, yang
antara lain melarang pemasangan gambar bayi di kaleng susu formula.

Ulah WHO dan Unicef ini tentu tak menggembirakan negara-negara industri. Tak
heran ketika WHO atas desakan organisasi konsumen dunia tahun 1984-1986
mencoba untuk membuat Kode Pemasaran Obat guna menekan praktik
industrio-medical complex (kontrak-mengontrak dokter oleh industri farmasi),
upaya itu kandas. Amerika Serikat mengancam akan cabut dari WHO. Dirjen WHO Halfdan Mahler, yang asal negeri Skandinavia, kemudian digantikan oleh
Hiroshi Nakajima asal Jepang, yang tentu lebih pro-AS.

*Skandal pencurian virus*

Dalam perjalanannya, WHO sebagai organisasi kesehatan di bawah PBB memang sarat dengan tarik-menarik kepentingan politik dan ekonomi negara-negara angggotanya. Contoh paling mutakhir adalah sikap mbalelo Indonesia yang tak mau mengirim sampel virus flu burung kepada WHO. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari khawatir virus H5N1 itu akan dijadikan bahan pembuatan vaksin oleh industri negara-negara maju yang kemudian harus dibayar mahal oleh rakyat negara-negara yang terjangkit flu burung, termasuk Indonesia yang mengirimkan sampel virus tadi.

Drama diplomasi dan perdebatan masalah inilah yang dituangkan oleh Menkes RI
dalam bukunya, Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu
Burung, yang diluncurkan di Jakarta tanggal 6 Februari lalu. Baru genap dua
pekan beredar, edisi bahasa Inggris buku itu, It's Time for the World to
Change-in the Spirit of Dignity, Equity, and Transparency. Divine Hand
Behind Avian Influenza, sudah menghebohkan dunia internasional. Jubir Deplu
AS Susan Stahl, seperti dikutip harian Australia, The Age (21/2), membantah
bahwa sampel virus flu burung Indonesia telah dikirim ke laboratorium
senjata biologi Pemerintah AS di Los Alamos, New Mexico.

Petinggi WHO untuk keamanan kesehatan, David Heymann, menyatakan bahwa
Menkes Fadilah Supari memperoleh instruksi dari Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono untuk menarik dari pasar. Menkes menyatakan, ia atas inisiatif
sendiri menarik buku edisi bahasa Inggrisnya untuk diedit ulang karena ada
kesalahan penerjemahan. Walaupun dikatakan telah ditarik, hingga hari Minggu
(2/3) toko buku QB di Kemang masih men-display belasan buku itu.

Coba kita simak isi buku edisi bahasa Indonesia halaman 17: "Data sequencing
DNA diberlakukan sebagai dari mereka yang berada di Los Alamos. Kapan akan
dibuat vaksin dan kapan akan dibuat senjata kimia, barangkali tergantung
dari keperluan dan kepentingan mereka saja." Diterjemahkan menjadi: "The DNA
sequence data of H5N1 virus had been the privilege for the scientists in Los
Alamos. Whether they used it to make vaccine or develop chemical weapon,
would depend on the need and the interest of the US government."

Memang dalam edisi bahasa Indonesia tidak disebutkan secara eksplisit kata
"Pemerintah AS". Namun, di halaman 19 lagi-lagi tersurat dan tersirat
kekhawatiran Menkes bahwa virus flu burung Indonesia dapat dijadikan senjata
biologi.

Lepas dari spekulasi soal senjata biologi ini, gugatan Menkes RI terhadap
nasib sampel virus flu burung Indonesia jika dibuat vaksin tanpa melibatkan
Indonesia adalah sah adanya.

Ini mengingatkan kita akan sengketa Pemerintah Perancis (masa Presiden
Mitterand) dengan Pemerintah AS (masa Reagan) soal pembagian royalti paten
tes antibodi untuk HIV/ AIDS. Tahun 1983 ilmuwan Institut Pasteur yang
dipimpin Luc Montagnier mengklaim menemukan virus penyebab AIDS dari darah
seorang pramugara gay. Sampel virus itu kemudian dikirim ke laboratorium
Robert Gallo di Bethesda, Amerika Serikat. Tahun 1984, Gallo mengklaim bahwa
ia dan timnya berhasil mengisolasi virus penyebab AIDS, bahkan ia kemudian
menemukan cara mengetes antibodi orang yang terinfeksi virus itu yang
kemudian dikenal sebagai tes ELISA.

Sejarah menunjukkan, Gallo telah "memakai" sampel virus tim Montagnier.
Gallo pun menjalani persidangan integritas dan etika keilmuwanannya. Dengan
terpaksa Reagan memberi konsesi bagi hasil tes antibodi HIV kepada
Pemerintah Perancis dan tim Montagnier. Hal ini terungkap dalam buku And the
Band Played On-Politics, People, and the AIDS Epidemic karya wartawan Randy
Shilts.

Mudah-mudahan sampel virus H5N1 asal Indonesia yang jauh lebih ganas
dibandingkan dengan virus flu burung Vietnam tidak mengalami nasib serupa
HIV temuan Montagnier.

--
Taken From :
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
www.aimi-asi.org
Menyusui: Anak Sehat, Keluarga Bahagia
AIMI adalah organisasi nirlaba yang berbasis kelompok sesama ibu menyusui
dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, informasi tentang ASI &
prosentase ibu menyusui di Indonesia.

Tuesday, February 26, 2008

SIARAN PERS AIMI

Rating:★★★★★
Category:Other
===========================================================
Dear AFB-ers dan seluruh member AIMI,

Berikut saya posting press release yang dikeluarkan oleh AIMI
terkait dengan pemberitaan mengenai bakteri yang terdapat dalam susu
formula.

Press release ini sudah dikirimkan ke berbagai media dan menurut
rencana, siang ini RCTI dan Trans TV akan meliput AIMI berkaitan
dengan berita ini.

Salam ASI
YeYe
Divisi Komunikasi
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)
www.aimi-asi. org
yeye@aimi-asi. org

============ ========= ========= ========= ========= ========

SIARAN PERS

AIMI : Kembali ke ASI sebagai Nutrisi Terbaik untuk Bayi

Ditengah maraknya berita mengenai bakteri Enterobacter Sakazakii
yang mencemari berbagai produk susu formula dan makanan instan untuk
bayi dan balita (yang hasil penelitiannya sebenar sudah dirampungkan
oleh para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan
dilaporkan kepada BPOM sejak tahun 2006), Asosiasi Ibu Menyusui
Indonesia (AIMI) menyerukan ajakan untuk kembali ke Air Susu Ibu
(ASI) sebagai satu-satunya sumber nutrisi yang terlengkap dan
terbaik untuk bayi dan balita.

Ketua AIMI Mia Sutanto dalam siaran persnya mengatakan, bukti yang
menguatkan pernyataan tersebut semakin tak terbantahkan. "Nutrisi
dan kalori yang terkandung di dalam ASI sudah sangat cukup untuk
memenuhi kebutuhan bayi, jadi tak perlu tambahan susu formula
apapun" katanya di Jakarta, kemarin (26/2).

ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air
garam dan gula yang semuanya sudah secara khusus dikomposisikan
sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi. Lebih lanjut Mia
menjelaskan, ASI mengandung sel-sel hidup yang berperan sebagai zat
anti infeksi dan imunitas alami untuk melindungi bayi dari berbagai
ancaman penyakit. "Tentu sel-sel hidup ini tidak ada dalam produk
susu formula." katanya.

Oleh karena itu, "Bicara mengenai keunggulan ASI dibandingkan dengan
susu formula sudah pasti sangat banyak, selain dari segi kandungan
dan kecukupan nutrisi, kemudian faktor imunitas atau perlindungan
tubuh, juga dari segi kedekatan ibu dan anak (bonding) yang tak akan
tertandingi oleh apapun," tambahnya.

Mia kemudian melanjutkan, AIMI akan secara konsisten terus
menyerukan kepada seluruh ibu-ibu di Indonesia untuk kembali
memberikan ASI kepada bayinya. "Jangan mempertaruhkan masa depan
bayi-bayi Indonesia dengan tidak memberikan ASI, yang sudah terbukti
merupakan makanan yang paling bagus, paling lengkap dan paling
higienis untuk dikonsumsi oleh bayi."

Memberikan ASI sebagai satu-satunya nutrisi terbaik untuk bayi,
lanjut Mia, memang membutuhkan persiapan khusus sejak masa
kehamilan. "Namun semua proses persiapan untuk memberikan ASI bisa
dilakukan dengan mudah karena bekal utamanya hanyalah pengetahuan
yang memadai dan pikiran positif dan niat si ibu untuk memberikan
ASI kepada bayinya serta dukungan dari keluarga dan masyarakat
sekitar," jelasnya.

Sesuai dengan rekomendasi WHO/UNICEF dan juga Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI), untuk bayi harus diberikan ASI Eksklusif selama 6
bulan pertama dan kemudian dilanjutkan dengan MPASI (makanan
pendamping ASI) yang berkualitas. ASI diteruskan hingga 2 tahun atau
lebih sesuai dengan keinginan ibu dan bayi.

Selanjutnya, karena ASI bisa memenuhi kebutuhan kalori sebesar 100%
untuk bayi yang berusia 0-6 bulan, 70% untuk usia bayi 6-12 bulan
dan 30% untuk usia anak diatas 12 bulan, maka pemberian susu
tambahan setelah masa ASI Eksklusif juga tidak diperlukan. "Saat ini
masih banyak ibu yang berpendapat bahwa setelah masa ASI Eksklusif
pemberian susu formula untuk bayi diatas 6 bulan atau diatas 1 tahun
menjadi kebutuhan wajib, padahal selama anak masih mendapatkan ASI
hal tersebut tidak diperlukan," tandasnya. Mia kemudian menambahkan
bahwa, apabila karena sesuatu hal orangtua memilih untuk memberikan
susu formula kepada bayinya, ada 3 hal yang perlu diingat, "Susu
formula bukanlah produk yang steril, tidak ada satupun susu formula
yang komposisi dan kualitasnya mendekati ASI, dan pemberian susu
formula bukannya tanpa resiko," tegasnya.

AIMI juga sangat menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh
Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari bahwa temuan IPB ini
merupakan salah satu bentuk perang produk. "Sangat tidak pada
tempatnya Menteri Kesehatan yang seharusnya menyikapi temuan ini
dengan arif dan mencermatinya secara positif, malah mengeluarkan
pernyataan prematur yang cenderung bersifat defensif dan memihak
pada produsen susu formula dengan mendiskriditkan temuan tersebut,"
tegas Mia. Seharusnya dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kesehatan,
tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan masyarakat (bukan
kepentingan pengusaha) dengan segera menindaklanjuti temuan tersebut
dan selanjutnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna
mencegah timbulnya keresahan serta terjadinya kerugian yang lebih
besar pada masyarakat. *******

Contact Person AIMI:

Mia Sutanto, Ketua
mia.sutanto@ aimi-asi. org
HP: 0815 1000 2584

Yuyuk Andriati, Divisi Komunikasi
yeye@aimi-asi. org
HP: 0811 971509
===========================================================

Thursday, July 12, 2007

ASI Jadi Solusi Kenaikan Harga Susu

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:( imam m djuki/cn05 )
Suara Merdeka
Jakarta, CyberNews. Kenaikan harga susu formula akhir-akhir ini telah meresahkan masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momen ini untuk kembali mengutamakan air susu ibu (ASI).
teken from : http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0707/11/nas18.htm
"Kondisi ini mengkhawatirkan karena sebenarnya kepanikan ini tidak perlu terjadi jika masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang kebutuhan nutrisi bayi dan anak-anak. Misalnya saja, bahwa sebenarnya konsep empat sehat lima sempurna tidak lagi menjadi pedoman pemenuhan kebutuhan gizi," kata Ketua AIMI Amanda Andono Sudarwanto dalam siaran pers, Rabu (11/7).

Menurut Amanda, kebutuhan gizi bayi dan balita dapat dipenuhi dengan memberikan ASI sampai usia dua tahun dan dengan memberikan makanan sehat seimbang. Kebutuhan akan nutrisi termasuk kalsium bisa terpenuhi tanpa harus memberi tambahan susu sapi.

"Masih banyak isu seputar kebutuhan susu yang kritis untuk dipahami masyarakat luas. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mendengungkan kembali bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi," tandasnya.

Kamis (12/6), lanjut Amanda, AIMI bersama lembaga peduli ASI lainnya, yaitu Departemen Kesehatan, Sentra Laktasi Indonesia, Yayasan Orangtua Peduli dan Mercy Corps, akan mengadakan diskusi di Kantor Sentra Laktasi, Jl. Tebet Utara 1F No 12, Jakarta Utara, bertema ASI sebagai salah satu solusi. Hadir sebagai pembicara Ir Kresnawan MSc dari Departemen Kesehatan, dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC (Sentra Laktasi Indonesia), dan dr Purnamawati S Pujiarto SpAK MMPed (Yayasan Orangtua Peduli).
( imam m djuki/cn05 )

Wednesday, July 11, 2007

Kembali ke ASI

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:(ririn sjafriani) Life Style KORAN SINDO
Kembali ke ASI
Rabu, 11/07/2007

HARGAsusu formula meningkat? Ibu yang memberikan ASI kepada anaknya tak perlu pusing.Asal rajin mengonsumsi daun katuk dan sayur bening,ASI mengucur lancar. Kenaikan harga susu formula tidak berpengaruh terhadap produksi air susu ibu (ASI).

Begitu pendapat Yuyuk Ardianti, karyawati sebuah perusahaan asuransi sekaligus ibu yang masih menyusui anaknya, Rasya, 11 bulan. Beberapa minggu terakhir, keluhan orangtua mengenai semakin mahalnya susu formula terdengar.Apalagi, susu formula untuk bayi usia 0–12 bulan, yang relatif lebih mahal dibandingkan harga susu anak berusia di atas satu tahun.

Sebagai ibu menyusui,Yuyuk mengaku tenang-tenang saja. Sejak lahir hingga hampir berusia satu tahun,Yuyuk tidak pernah memberikan susu formula untuk sang buah hati. ”Hingga saat ini anakku belum pernah merasakan setetes pun susu formula. Diniatkan pemberian ASI hingga usia Rasya dua tahun nanti,” ujarnya. Apa yang diyakini Yuyuk ternyata tidak salah.

Ajakan kembali memberikan ASI, kini banyak digaungkan. Salah satunya berasal dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Dari berbagai penelitian di seluruh dunia membuktikan bahwa ASI adalah standar pemberian nutrisi terbaik bagi bayi. Rahmah Housniati dari AIMI mengungkapkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997 dan 2002, lebih dari 95% ibu pernah menyusui bayinya.

Namun, menyusui dalam satu jam pertama cenderung menurun 8% pada 1997 menjadi 3,7% pada 2002. Berdasarkan penelitian yang sama, cakupan ASI eksklusif enam bulan menurun dari 42,4% pada 1997 menjadi 39,5% pada 2002. Sementara itu, penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari tiga kali lipat selama lima tahun dari 10,8% pada 1997 menjadi 32,5 % pada 2002. ”Hal ini sangat meresahkan dan mengkhawatirkan kami. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa ASI memberikan kekebalan maksimal dan paling baik tidak hanya pada tahun- tahun awal kehidupan seorang anak.Bahkan,sepanjang masa kanak-kanak dan masa dewasa,” papar Nia, sapaan akrab dari Rahmah Housniati.

Ajakan kembali ke ASI juga memiliki banyak manfaat yang dapat menunjang kesehatan bayi berdasarkan berbagai penelitian. Manfaat tersebut antara lain terbukti bahwa pemberian ASI menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti leukemia dan limfoma pada anak, diabetes, gangguan pencernaan dan diare, infeksi telinga, infeksi pernapasan, pneumonia, asma dan eksim, meningitis, rematik, osteoporosis, kanker payudara dan kanker indung telur,kolesterol lebih rendah, obesitas pada masa kanakkanak maupun remaja. Kehebatan ASI diungkapkan Dr Lisa Martin dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat.

Dia menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. ”Kadar adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya risiko serangan jantung,” ungkapnya. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut lep- tin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain.

Total 11 penelitian dilakukan untuk memperoleh perbandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh Professor of Medicine and Clinical Nutrition in the UK College of Medicine James W Anderson, yang melibatkan 7.000 anak. ”Penelitian kami membuktikan bahwa bayi yang diberikan ASI memperoleh nilai IQ lebih tinggi lima angka dibandingkan susu formula,” ujar Anderson. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga enam bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi.

Selain itu, anak yang disusui kurang dari delapan minggu tidak memberikan manfaat pada IQ. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari pemberian ASI ialah manfaat ekonomi bagi keluarga. Terutama mengurangi biaya pengeluaran, khususnya untuk membeli susu. Lebih jauh lagi,pemberian ASI dapat menghemat devisa negara dari dana yang digunakan untuk susu formula impor,menjamin tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, menghemat subsidi biaya kesehatan masyarakat, dan mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan plastik sebagai bahan peralatan susu formula, seperti botol dan dot.

Susu Mahal, Kembali ke ASI

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Parenting & Families
Author:Ali Khomsan
Susu Mahal, Kembali ke ASI

Naiknya harga susu membuat para ibu yang memiliki anak balita menjadi
pusing dan putus asa.

Untuk mengatasinya, sebagian ibu memberi tajin (air beras) agar
anaknya kenyang. Seusai minum tajin mungkin terasa kenyang, tetapi
anak-anak dalam usia ini sejatinya masih lapar gizi.

Masalah ini perlu diwaspadai karena masalah gizi buruk bisa merebak
lagi. Kurangnya asupan gizi membuat berat badan anak kurang dari
standar, daya tahan tubuh menurun, dan anak-anak mudah terserang
infeksi (diare dan ISPA). Kurang gizi dan infeksi bersifat sinergistis
dapat mengancam nyawa anak-anak.

Maka, pemerintah harus segera bertindak agar kenaikan harga susu bisa
dikendalikan sehingga tidak membebani perekonomian keluarga miskin.
Kecuali jika pemerintah akan kembali meluncurkan program bantuan
langsung tunai (BLT) khusus untuk susu. Kenaikan harga susu di satu
sisi menguntungkan peternak sapi perah, tetapi di sisi lain
menimbulkan masalah serius karena mengancam gizi anak-anak.

Kembali ke ASI

Bagi anak usia di bawah satu tahun, susu masih merupakan makanan
utama. Oleh karena itu, kontribusi susu terhadap asupan energi maupun
protein masih cukup signifikan. Apalagi bagi anak-anak di bawah usia
enam bulan, susu menjadi 90 persen-100 persen asupan gizi.

Kecenderungan ibu-ibu untuk tidak meneteki bayinya dengan ASI harus
diantisipasi. Gerakan kembali ke ASI harus dicanangkan agar kualitas
SDM bangsa bisa ditingkatkan. Pakar gizi dan kesehatan sepakat, selama
4-6 bulan kehidupan awal bayi harus diberi ASI eksklusif guna menjamin
asupan nutrisi berkualitas dalam periode amat penting ini.

Kebijakan cuti tiga bulan bagi ibu yang melahirkan sebenarnya tak
mendukung upaya perbaikan kualitas hidup bangsa. Cuti tiga bulan
pascamelahirkan akan menyulitkan penerapan ASI eksklusif sehingga bayi
tidak mendapatkan haknya, yakni mendapat makanan alami yang melekat
pada tubuh ibunya.

Di Finlandia konon ibu yang mau menyusui bayinya mendapat reward dari
pemerintah. Ini menunjukkan besarnya perhatian negara terhadap tumbuh
kembang seorang anak. Cara di Finlandia tersebut mungkin belum bisa
diterapkan di Indonesia. Namun, paling tidak kaum perempuan diberi
kesempatan untuk bisa secara leluasa memberi ASI bagi anaknya. Oleh
karena itu, harus ada komitmen dari pemerintah untuk memberi cuti
melahirkan sesuai dengan kaidah ASI eksklusif, yaitu empat bulan
pascamelahirkan. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan
Departemen Kesehatan adalah dua institusi negara yang seharusnya
paling risau dengan kenyataan rendahnya pemberian ASI eksklusif dan
kecenderungan pemberian susu formula untuk mengganti ASI.

Dari segi ekonomi, menyusui dengan ASI adalah paling ekonomis karena
tidak usah beli. Selain itu, suhu ASI selalu sesuai dengan suhu tubuh.
Penyiapan ASI tidak serumit penyiapan susu formula. Aspek higienitas
ASI juga lebih terjamin daripada susu botol. Di negara-negara
berkembang masalah sanitasi merupakan problem serius sehingga infeksi
bisa amat mengancam bayi dan anak-anak kecil.

Secara psikologis produksi ASI dipengaruhi unsur kejiwaan. Karena itu,
ibu menyusui perlu ketenangan jiwa dan dorongan orang-orang terdekat.
Kaum ayah dituntut selalu meyakinkan bahwa istrinya mampu menyusui.

Peran ayah untuk mendukung istri agar menyusui inilah yang kini sering
disebut breastfeeding father. Pada dasarnya dari 1.000 ibu menyusui
mungkin tak lebih dari 10 orang yang tak dapat menyusui bayinya karena
alasan fisiologis. Jadi sebagian besar ibu dapat menyusui dengan baik.
Hanya saja, ketaatan untuk menyusui eksklusif 4-6 bulan, dilanjutkan
hingga dua tahun, mungkin tak dapat dipenuhi menyeluruh.

Gizi buruk

Naiknya harga susu dan kemungkinan munculnya kasus baru gizi buruk
perlu dicermati. Prevalensi gizi kurang dan buruk memang menurun 10
persen selama 1989-2003. Data 2006 menunjukkan, jumlah balita
penderita gizi buruk mencapai 2,1 juta anak. Setiap tahun pemerintah
hanya bisa menekan angka gizi kurang dan buruk rata-rata kurang dari 1
persen. Jika sasaran yang ingin dicapai adalah menurunnya prevalensi
gizi kurang dan buruk pada balita menjadi 20 persen, keadaan 2003
dengan prevalensi gizi kurang dan buruk 27,5 persen mengindikasikan
tugas pemerintah untuk mencapai sasaran itu masih berat.

Tanpa kenaikan harga pun pemerintah kesulitan menekan masalah gizi,
apalagi dengan harga susu yang melambung. Masalah gizi terkait
kemiskinan. Ketidakmampuan mengakses pangan (susu) akan berdampak
munculnya masalah gizi di masyarakat. Korban paling menderita adalah
anak-anak yang masih harus mengonsumsi susu.

Untuk menjaga anak-anak miskin dari ancaman gizi buruk akibat harga
susu naik, pemerintah perlu segera merumuskan bantuan makanan tambahan
(susu). Sasarannya, lebih dari lima juta balita penderita gizi buruk
dan kurang. Anggaran pembangunan kesehatan akan tersedot ke sini dan
akan mengganggu layanan kesehatan lainnya.

Bangsa kita adalah bangsa yang cepat lupa. Masalah busung lapar yang
serius pun cepat hilang. Namun, bangsa yang cepat lupa adalah bangsa
yang pikun. Kepikunan ini menunjukkan bangsa yang kurang cerdas akibat
gizi kurang di masa balita.

Ali Khomsan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB
Artikel taken from Koran Kompas