Showing posts with label sebuahrenungan. Show all posts
Showing posts with label sebuahrenungan. Show all posts

Friday, April 25, 2008

Surat untuk Mama

Rating:★★★★
Category:Other
Dear Mama,

Mamaku sayang, aku mau cerita sama mama.
Tapiceritanya pake surat ya.
Kan, mama sibuk, capek, pulang udah malem.
Kalo aku banyak ngomong nanti mama marah kayak
kemarin itu, aku jadinya takut dan nangis.

Kalo pake surat kan mama bisa sambil tiduran bacanya.
Kalo ngga sempet baca malem ini bisa disimpen
sampe besok, pokoknya bisa dibaca kapan aja deh.
Boleh juga suratnya dibawa ke kantor.
Ma, boleh ngga aku minta ganti mbak?
Mbak Jum sekarang suka galak, Ma.
Kalo aku ngga mau makan, piringnya dibanting di depan aku. Kalo siang aku disuruh tidur melulu, ngga boleh main,
padahal mbak kerjanya cuman nonton TV aja.

Bukannya dulu kata mama mbak itu gunanya buat nemenin aku main?
Trus aku pernah liat mbak lagi ngobrol sama tukang roti di teras depan.
Padahal kata mama kan ngga boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah kan ?

Kalo aku bilang gitu sama mbak, mbak marah banget dan katanya kalo diaduin sama mama dia mau berhenti kerja.
Kalo dia berhenti berarti nanti mama repot ya?
Nanti mama ngga bisa kerja ya?
Nanti ngga ada yang jagain aku di rumah ya?

Kalo gitu susah ya, ma?
Mbak ngga diganti ngga apa-apa tapi mama bilangin dong jangan galak sama aku.

Ma,bisa ngga hari Kamis sore mama nganter aku ke lomba nari Bali ? Pak Husin sih selalu nganterin, tapi kan dia cowok, ma. Ntar yang dandanin aku siapa?

Mbak Jum ngga ngerti dandan. Ntar aku kayak lenong.
Kalo mama kan kalo dandan cantik. Temen-temen aku yang nganterin juga mamanya.

Waktu lomba gambar minggu lalu Pak Husin yang nganter;
tiap ada lomba Pak Husin juga yang nganter. Bosen, ma.

Lagian aku pingin ngasi liat sama temen-temenku kalo mamaku itu cantik banget, aku kan bangga, ma.

Temen-temen tuh ngga pernah liat mama.
Pernah sih liat, tapi itu tahun lalu pas aku baru masuk SD, kan mereka jadinya udah lupa tampangnya mama.
Ma, hadiah ulang tahun mulai tahun ini ngga usah dibeliin deh.
Uangnya mama tabungin aja. Trus aku ngga usah dibeliin baju sama mainan mahal lagi deh.

Uangnya mama tabung aja. Kalo uang mama udah banyak, kan mama ngga usah kerja lagi. Nah, itu baru sip namanya.

Lagian mainanku udah banyak dan lebih asyik main sama mama kali ya?

Udah dulu ya, ma. Udah ngantuk.

I love you Mom.
=================================================
untuk direnugkan taken from milis Being Mom

Sunday, August 5, 2007

Indonesia raya....3 stanza

Pagi ini dateng pagiii sekali dari rumah karena ikut swami berhubungan ga ada orang yg ambil jadi kita mesti nganterin mobil ke Holiday Inn..diperjalanan..dengerin elshinta..(bukan radio dangdut loh yg ini mah) ...ada perbincangan tentang ditemukannya kembali lagu Indonesia Raya Versi tiga Stanza, perbincangan antara penyiar  bapak Menteri (siapa yah lupa pak Damanik kalo ga   salah) , trus Pakat telematika Indonesia Roy Suryo.. dalam perbincangan Bung Roy Mengklaim Bahwa beliau dan team nya lah (air putih) yang menemukan Lagu Indonesia dalam versi tersebut dan bung roy lah yang mengontak dan mengembalikan ke Arsip nasional/Negara setelah sebelumnya melakukan riset panjang untuk mengetahui kapan lagu tersebut dibuat..iseng iseng ko makin penasaran..yah.. dan akhirnya diperdengarkan lah lagu tersebut..srrrhhhh merinding..sodara sodara bukannya sok nasionalis but its true...rasanya saat mendengarkan lagu tersebut terasa sekali semangat juang dan bermakna sekali ..berbeda dengan kita kita kini (saya terutama) yang menyanyikan lagu sebatas ritual dan rutinnitas biasa saat menaikan bendera dan upacara sekolah..padahal para pejuang dahulu lebih sulit yah saat dahulu berjuang mati matian..merebut kemerdekaan kita yang tinggal menikmati dan mengisi kemerdekaan ini dengan tidak memaknai kemerdekaan ini..huhuu napa yah jdi sok melow gini..ok back to topik
ternyata dibalik ditemukannya lagu Indonesia Raya tiga stanza ini ..ada kontroversi yang lumayan menarik untuk disimak ..dibawah copyan beberapa link tentang topik tersebut... lagu ini berisi tiga Stanza
dimana Stansa pertama berisikan tentang persatuan dan kesatuan bangsa yang akhirnya kita nyanyikan dan menjadi lagu Kebangsaan Indonesia , nah Stansa yang kedua berisikan tentang hubungan atau relasi antara kehidupan (manusia) dan sang Pencipta, dan stansa ketiga berisikan tentang penghormatan rakyat terhadap bangsa dan negara, lagu kebangsaan yang selama hampir enam puluhan tahun lebih dikumandangkan oleh kita hanyalah sepertiga dari lagu gubahan W.R Supratman yang asli tersebut yah stansa yang pertama. ================================================================
Lirik Asli Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Ciptaan WR Supratman :
Stanza 1:

Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri ’Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 2:

Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Disanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 3:

Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Disanalah Akoe Berdiri ’Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi

S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.
==============================================================================
dari KORAN TEMPO :

Rekaman lagu Indonesia Raya tahun 1932 Masih Dicari
Sabtu, 04 Agustus 2007 | 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Setelah berhasil menemukan rekaman klip film lagu Indonesia Raya versi asli tiga stanza di server Belanda, pakar telematika, Roy Suryo dan tim Air Putih mengaku masih mencari rekaman lagu Indonesia Raya yang diproduksi tahun 1932.

Roy menyatakan menurut keluarga WR Soepratman dan beberapa ahli sejarah, lagu Indonesia Raya pernah direkam pada 1932 dengan piringan hitam. Isinya juga masih utuh tiga stanza. "Di kantor Arsip Nasional, rekaman itu juga tidak ada sehingga ini menjadi tantang kami untuk melacaknya," katanya saat menunjukkan film lagu Indonesia Raya yang diproduksi September 1944.

Dijelaskan, lagu Indonesia Raya yang direkam pada 1932 dengan piringan hitam hanya berupa rekaman suara. Menurut Oerip Soedarman, keponakan WR Soepratman, kata Roy, rekaman lagu tersebut juga utuh sesuai aslinya sepanjang tiga stanza atau tiga bagian.


Jika rekaman itu ditemukan, kata Roy, maka akan semakin melengkapi arsip lagu Indonesia Raya yang asli. Pasalnya, lanjut Roy, dokumen yang baru saja ditemukan berupa klip video yang diproduksi tahun 1944 atau 11 bulan sebelum proklamasi 17 Agustus 1945.


Seperti diberitakan, Roy Suryo dan tim Air Putih berhasil menemukan rekaman klip video Indonesia Raya versi asli tiga stanza. Dalam dokumen yang belum dimiliki Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) itu, lagu Indonesia masih utuh sepanjang tiga bagian. Sementara lagu Indonesia Raya yang ada sekarang ini, kata Roy, hanya sepertiganya ataunhanya satu stanza.

Syaiful Amin

Youtube Lebih Dulu Tayangkan "Indonesia Raya" versi Tiga Stanza

Minggu, 05 Agustus 2007 | 10:12 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Bagi kalangan pengguna internet yang suka berselancar di dunia maya, klip lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli ciptaan Wage Rudolf (WR) Supratman sudah diketahui sejak akhir Desember 2006. Di situs layanan gratis youtube.com, siapapun bisa mendengarkan dan melihat video berdurasi sekitar 4 menit tersebut.

Sebelumnya, pakar telematika Roy Suryo mengklaim menemukan rekaman video klip tersebut setelah melakukan riset selama tiga bulan terakhir. Ia mengaku mendapatkan lagu versi asli yang terdiri dari tiga stanza dari sebuah server di Belanda.

Seorang netters yang menggunakan nama arto4805, memasukkan rekaman Indonesia Raya versi panjang itu pada 19 Desember 2006 atau lebih awal berbulan-bulan daripada riset yang diakui dilakukan Roy Suryo. Arto4805 tidak menjelaskan perihal sumber rekaman lagu yang belakangan ini mencuat.

Dia hanya menuliskan lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut dari film pada 1945. Di situs tersebut juga terdapat salinan syair Indonesia yang panjang, namun dalam ejaan sekarang. Berbagai komentar pun sudah bermunculan sejak 7 bulan lalu. Namun sayangnya, si pengirim video ini tidak bersedia menyebutkan darimana dia mendapatkan rekaman ini ketika seorang pengunjung mempertanyakan. "The video was made in 1945, but in which period I don't know," tulis arto4805. Imron Rosyid

Apapun dan bagaimana pun polemik yang terjadi ..Merdeka merdeka..Hiduplah Indonesia Raya!!!

Tuesday, July 3, 2007

HANYA SEKALI...sebuah renungan

Rating:★★★★
Category:Other
Smoga kita bisa mensyukuri apa yang kita miliki...
sumber : Email (dari Budi-pc)

Hanya sekali

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan
memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya
sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang
akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang
mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di
Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih
memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama
berprestasi, meski berbeda profesi.
Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf
diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah
kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf
pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang
enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud
menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani
semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota
ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk
ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah
mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK !'' Ucapannya itu
betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara
profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif
lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan
gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu,
tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik
pesawat terbang, dan uang yang banyak.
''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek
Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut
dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih
pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan
seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang
tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif,
tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua
orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.
Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh
ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.
Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super
sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga
ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak
dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh
harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat
diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit
berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut
membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya.
Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!''
kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir,
mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih
minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu
dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengah
terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah swt sudah punya
rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.
Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia
shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah
memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang
menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.
Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring
kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah
jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya,
berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri
mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu,
berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun
di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya
diam saja.
Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung
seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi
sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening
sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.
Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas
tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis,
lebih-lebih tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan
Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani
merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan
tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi
jasad Alif.
Senja pun makin tua.

Tuesday, December 26, 2006

-Untuk para suami-

Rating:★★★★
Category:Other
Indah sekali yah..andai smua swami menyadari...
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Peristiwa pernikahan bukanlah peristiwa kecil dihadapan Allah SWT. Akad nikah yang baru saja anda laksanakan berdua sama tingginya dengan perjanjian Bani Israil di bawah Bukit Thur yang bergantung di atas kepala mereka. Peristiwa akad nikah tidak saja disaksikan oleh orang tua, saudara-saudara, dan sahabat-sahabat anda, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi, dan terutama sekali oleh Allah penguasa alam semesta.

Bila Akhi sia-siakan perjanjian ini, bila Akhi putuskan janji yang sudah terpatri, Akhi bukan saja harus mempertanggungjawabkan kepada mereka yang hadir saat ini. Akhi juga harus bertanggung jawab dihadapan Allah Rabbul ‘Alamin.

Rasulullah bersabda yang artinya :
“Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya”.

Karena itu Rasulullah mengukur baik buruknya seseorang dari cara ia memperlakukan keluarganya.
“Yang paling baik diantara kamu ialah yang paling baik dan paling lembut terhadap keluarganya”.

Mengapa Allah dan Rasul-Nya mewasiatkan agar kita memelihara akad nikah yang suci ini ? Mengapa kebaikan manusia diukur dari cara dia memperlakukan keluarganya ? Mengapa suami dan istri harus mempertanggungjawabkan peran yang dilaksanakan oleh mereka dihadapan Allah SWT ? Jawabannya sederhana, karena Allah mengetahui bahwa kebahagiaan dan penderitaan manusia sangat bergantung pada hubungan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai, yaitu keluarganya. Kata Marie von Ebner Eschenbach, “Bila di dunia ini ada surga, surga itu ialah pernikahan yang bahagia. Tetapi bila di dunia itu ada neraka, neraka itu ialah pernikahan yang gagal”. Para psikolog menyebut persoalan rumah tangga sebagai penyebab stress yang paling besar dalam kehidupan manusia.

Karena itulah, Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga. Sebuah ayat pernah diturunkan dari langit hanya untuk mengatur urusan pernikahan antara Zainab dan Zaid bin Haritsah. Sebuah surat turun untuk mengatur urusan rumah tangga seluruh muslimin. Ribuan tahun silam, di Padang Arafah, dihadapan ratusan ribu umat Islam yang pertama, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah perpisahan. Perhatikanlah salah satu hal yang beliau wasiatkan pada hari itu :

“Wahai manusia, takutlah kepada Allah SWT akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat Allah. Kami halalhan kehormatan mereka dengan kalimat Allah. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu pun mempunyai hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap istri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya, dan kamu tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya terhadap mereka”. (HR. Muslim dan Turmudzi)

Izinkanlah saya (sebagai saudaramu) menyampaikan amanat kepada anda yang kini memikul wasiat Rasulullah pada haji Wada’ (perpisahan).

Akhi, dihari yang berbahagia ini, dengan nikmat dan ‘inayah Allah SWT, Akhi sampai pada saat yang paling indah, paling bahagia, tetapi juga paling mendebarkan dalam kehidupan anda. Saat paling indah, sebab mulai hari ini cinta tidak lagi berbentuk impian dan khayalan. Saat paling bahagia, sebab akhirnya Akhi berhasil mendampingi wanita yang dicintai. Saat paling mendebarkan, sebab mulai saat ini Akhi memikul amanat Allah untuk menjadi pemimpin keluarga.

Kalau pada saat ini dada Akhi berguncang dan suara anda bergetar, itu adalah pertanda Akhi tengah memasuki babak baru dalam kehidupan. Dahulu Akhi bebas, yang boleh pergi sesuka hati, Tetapi sejak hari ini, bila Akhi pulang hingga larut malam, di rumah ada seorang wanita yang tidak bisa tidur karena mencemaskan Akhi. Kini bila Akhi tidak pulang berhari-hari tanpa berita, di kamar ada seorang wanita lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan air mata. Dahulu, bila Akhi mendapat musibah, Akhi hanya akan mendapatkan ucapan “turut prihatin” dari sahabat-sahabat Akhi. Tetapi kini, seorang istri akan bersedia mengorbankan apa saja agar Akhi meraih kembali kebahagiaan anda. Akhi sekarang memperoleh kekasih yang diciptakan Allah SWT untuk berbagi suka dan duka bersama Akhi.

Rasulullah bersabda yang artinya :
“Ada dua doa yang akan didahulukah Allah siksanya di dunia ini yaitu Al-baghyu dan durhaka kepada orang tua”. (HR Turmudzi, Bukhari, dan Thabrani)

Al-baghyu adalah berbuat sewenang-wenang, aniaya, dan zalim kepada orang lain.
Dan Al-baghyu yang paling dimurkai Allah adalah berbuat zalim terhadap istri.
Yang termasuk Al-baghyu adalah :
- menelantarkan istri,
- menyakiti hatinya,
- merampas kehangatan cintanya,
- merendahkan kehormatannya,
- mengabaikan dalam mengambil keputusan, dan
- mencabut haknya dalam memperoleh kebahagiaan hidup bersama. Karena itulah Rasulullah SAW mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari cara bergaul dengan istrinya.

Rasulullah bersabda yang artinya :
“Tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga”.

Rasulullah adalah manusia paling mulia. Dan Aisyah bercerita bagaimana beliau memuliakannya :
“Di rumah”, kata Aisyah, “Rasulullah melayani keperluan istrinya (seperti) memasak, menyapu lantai, memerah susu, dan membersihkan pakaian”.

Rasulullah memanggil istrinya dengan gelaran yang baik. Setelah Rasulullah SAW wafat, ada beberapa orang menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Nabi SAW. Aisyah sesaat tidak menjawab permintaan itu. Air matanya berderai. Kemudian dengan nafas panjang ia berkata, “kana kullu amrihi ajaba”. (Ah… semua perilakunya indah). Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian mengisahkan bagaimana Rasul yang mulia bangun ditengah malam dan meminta izin kepada Aisyah untuk sholat malam.

“Izinkan aku untuk menyembah Rabb-ku”, kata Rasulullah kepada Aisyah.

Bayangkan Akhi, untuk sholat malam saja Rasul meminta izin kepada istrinya. Disitulah terciptanya kemesraan, kesucian, kesetiaan, dan penghormatan.

Akhi, kalau saya harus menyampaikan tausiyah (nasihat) kepada anda, saya hanya inging mengatakan :

“Muliakanlah istri Akhi, sebagaimana Rasulullah memuliakan istri-istrinya, sehingga kelak bilamana Allah mentakdirkan Akhi meninggal lebih dahulu lalu kami menanyakan kepada istri Akhi tentang perilaku anda, ia akan mengatakan seperti Aisyah : “Ah… semua perilakunya indah, menakjubkan sekali…”. Subhanallah…

taken from blognya :
http://asalim-ponder.blogspot.com
http://cenile.blogspot.com/2006_07_01_cenile_archive.html

Thanks yah..